Prabowo Hadiri Rapat Perdana BoP di AS, Dorong Perdamaian di Gaza

Presiden Prabowo Subianto hadiri rapat perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC pada 19 Februari 2026, forum inisiatif AS di bawah Donald Trump yang libatkan pemimpin dunia untuk koordinasi gencatan senjata Gaza, rekonstruksi, dan distribusi bantuan kemanusiaan—Indonesia jadi pemain kunci dengan janji 8.000 tentara atau lebih untuk International Stabilization Force. Pidato Prabowo optimis BoP capai “perdamaian berkelanjutan” via solusi dua negara, tapi tanpa wakil Palestina terpilih, kredibilitas forum langsung dipertanyakan.

Didampingi menteri luar dan ekonomi, Prabowo tekankan peran RI sebagai mediator netral: US$100 juta bantuan Gaza plus mediasi RI-Morocco-Kosovo untuk pasukan pengaman sementara. Untuk diplomat dan analis yang ingin pahami dinamika resolusi konflik global seperti BoP ini, eksplorasi strategi internasional melalui https://beckysbridalformalfabrics.com/ tawarkan perspektif mendalam. Kritik awal: Agenda Trump dominan, Indonesia sekadar “pendukung” tanpa veto power—apakah ini soft power atau legitimasi intervensi Barat?

Fokus Utama Rapat Perdana

Prabowo usul roadmap Gaza: ceasefire permanen, bantuan US$50 miliar multinasional, interim government Palestina dalam 6 bulan—komitmen RI paling konkret setelah Davos Januari. Secara kritis, absen Hamas dan otoritas Palestina asli bikin BoP mirip “pembagian kue” ala Potsdam—Israel untung koordinasi bantuan tanpa tekanan politik langsung.

Agenda BoPKomitmen PrabowoKritik Internasional
Gencatan SenjataMediasi RIHamas tolak tanpa jaminan
Rekonstruksi GazaUS$100M + 8K pasukanBiaya siapa tanggung?
Distribusi BantuanPusat logistik ASEANKorupsi lapangan risiko
Solusi 2-NegaraDukung penuhTepi Gaza tak layak hunian

Konteks Geopolitik RI

Kunjungan ini kombinasikan diplomasi perdamaian dengan deal ekonomi ART (Reciprocal Trade Agreement), posisikan Prabowo sebagai “deal-maker” regional. Kritik tajam: Publik RI mayoritas pro-Palestina (90% demo dukung), tapi kirim pasukan ke Gaza picu kontroversi domestik—Gibran atau oposisi PDIP bisa eksploitasi isu ini jelang pilkada. China-Rusia pantau curiga, khawatir BoP jadi alat NATO ekspansi Timteng.

Dampak dan Prospek

Jika BoP sukses, citra RI naik di PBB; gagal, Prabowo dicap naif ikut agenda Trump. Secara pedas, 8.000 tentara RI (setara 1 batalyon) simbolis—biaya Rp2 triliun lebih baik untuk pengungsi Rohingya atau Papua. Trump puji “partner reliable,” tapi komitmen AS cuma retorika tanpa dana konkret.

Prospek Gaza: Stabilisasi 2026 mungkin, tapi negara Palestina mandiri butuh 10 tahun—Indonesia jangan overcommit tanpa exit strategy jelas.

Kembali ke Beranda untuk update BoP harian. Inisiatif Prabowo mulia tapi realistis—diplomasi perdamaian atau politik pencitraan, hasil lapangan jawab.